Loading the player ...

Misteri Bunda Putri

DI negeri yang menganut sistem demokrasi, akuntabilitas dan transparansi merupakan nyawa. Jika dua hal itu hilang, pada hakikatnya demokrasi sudah mati. Namun, di Republik ini, yang kerap menyebut diri sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia, yang kita saksikan lebih banyak misteri ketimbang transparansi. Celakanya, misteri tersebut seperti sengaja dipelihara dengan beragam alasan. Itulah nuansa yang terekam dalam kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang. Dalam persidangan kasus baik dengan terdakwa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq maupun Fathanah, juga keterangan sejumlah saksi, muncul sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai orang berpengaruh. Saat menjadi saksi atas terdakwa Ahmad Fathanah beberapa waktu lalu, Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmy Aminuddin, menyebut nama Sengman dan Bunda Putri sebagai orang berpengaruh dan dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itu, muncullah beragam spekulasi terkait dengan dua nama ‘misterius’ tersebut, baik di media massa maupun media sosial. Lalu, istana pun mengeluarkan sejumlah bantahan soal Sengman, meskipun kemudian mengoreksi sejumlah hal. Awalnya menyangkal tidak kenal, tetapi diklarifikasi menjadi ‘kenal, tapi tidak ada sangkut pautnya dengan kuota impor daging’. Sekejap kemudian, nama Sengman pun hilang dari peredaran. Keterlibatannya diabaikan. Lalu, tiba-tiba nama Bunda Putri ‘menguat’ menjadi sosok yang disebut-sebut amat penting. Apalagi, saat Luthfi Hasan Ishaaq dicecar pertanyaan seputar sosok Bunda Putri ketika bersaksi untuk Ahmad Fathanah dalam sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/10), ia kembali menyebut peran penting Bunda Putri. Luthfi mengungkapkan Bunda Putri ialah orang yang sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Luthfi pernah mendatangi rumah Bunda Putri untuk menanyakan rencana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu. Itu, menurut Luthfi, disebabkan Bunda Putri memiliki informasi yang sahih terkait dengan kebijakan reshuffle karena dekat dengan Presiden. Maka, Presiden pun berang. Saat menggelar jumpa pers setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma dari mengikuti pertemuan puncak East Asia Summit di Brunei, Yudhoyono bahkan menyebut keterangan Luthfi itu seribu persen bohong. Amat wajar bila Presiden berang karena keterangan di bawah sumpah dari Luthfi Hasan itu berpotensi merusak citra Kepala Negara jika tidak benar. Karena itu, agar segalanya menjadi terang-benderang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengurai itu semua. Ungkap siapa Bunda Putri, juga Sengman, serta apa pula peran mereka. Bahkan, selisik sampai tuntas mengapa Bunda Putri sampai berani mencatut nama Presiden. Itu semua agar tidak ada dusta, apalagi fitnah, di antara elite bangsa. Pula, agar publik tidak terus-menerus disuguhi ‘drama’ misteri nama-nama yang tidak jelas ending-nya.

2013-10-12 wib