NEWSTICKER

Tag Result: brigadir j

Pertanyaan Berbelit, Hakim Tegur Jaksa & Pengacara Terdakwa Obstruction of Justice

Pertanyaan Berbelit, Hakim Tegur Jaksa & Pengacara Terdakwa Obstruction of Justice

Metro Hari Ini • 8 days ago brigadir J

Ketua Hakim, Ahmad Suhel menegur Jaksa dan pengacara terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria untuk tidak berbelit-belit saat mengajukan pertanyaan kepada Ahli Pidana, Agus Surono. Hakim mengingatkan keduanya untuk langsung menyebutkan poin pertanyaannya.

"Perhatikan lagi pertanyaannya, tidak perlu di putar-putar (pertanyaannya)," ujar Hakim, Ahmad Suhel.

Teruran tersebut diberikan lantaran Jaksa dan pengacara kerap kali memberikan pertanyaan yang sama. Menurut Hakim, saksi sudah menjawab pertanyaan pertanyaan dengan baik.

Adapun Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria jalani sidang lanjutan obstruction of justice di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023). Sebanyak empat saksi meringankan dihadirkan dalam sidang keduanya.

Sidang obstruction of justice kali ini, dipimpin oleh Ketua Hakim, Ahmad Suhel. Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria menjalani sidang secara bersamaan.
 

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun, Pengacara Brigadir J: Ini Pil Pahit Buat Keluarga

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun, Pengacara Brigadir J: Ini Pil Pahit Buat Keluarga

Primetime News • 9 days ago brigadir j

Pengacara Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro menyampaikan kekecewaanya atas tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum kepada Putri Candrawathi. Menurutnya, ketika mendengar tuntutan Putri Candrawathi yang disampaikan jaksa penuntut umum seperti obat dan pil yang sangat pahit yang didapatkan oleh keluarga Brigadir J. 

"Jaksa sudah menjabarkan bagaimana peranan setiap terdakwa yang dinyatakan secara sah dan meyakinkan terbukti dengan Pasal 340. Tetapi di dalam pembacaan tuntutan hukuman terhadap terdakwa tersebut terutama Putri Candrawathi yang disampaikan oleh jaksa terlibat dari tahap Magelang, perencanaan sampai eksekusi justru jauh dari pasal 340," kata Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro saat wawancara dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu (18/1/2023).

Menurut Yonathan, tuntutan yang diberikan oleh jaksa kepada Putri Candrawathi di bawah terdakwa yang sudah menjadi justice collaborator yang mampu membuka kasus ini secara terang. Hal ini membuat keluarga Brigadir J sangat sedih dan kecewa.

Sementara itu, menurut Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho menduga jaksa penuntut umum melihat aspek gender dalam menentukan tuntutan kepada Putri Candrawathi.

"Kalau sebagai penyertaan yang terjadi jika melihat secara objektif dan subjektif, ini (Putri) adalah seorang ibu, seorang perempuan. Bahkan Putri dianggap sebagai 'aktor' penyebab semuanya. Mungkin ini yang menjadikan suatu pembenaran dari penuntut umum," kata Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho dalam saat wawancara dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu (18/1/2023).

Kejanggalan Klaim Pelecehan Seksual, Jaksa: Putri Candrawathi Tidak Trauma dengan Brigadir J

Kejanggalan Klaim Pelecehan Seksual, Jaksa: Putri Candrawathi Tidak Trauma dengan Brigadir J

Headline News • 9 days ago brigadir j

Jaksa beberkan kejanggalan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi di Magelang. Kejanggalan tersebut diperkuat dengan Putri yang tidak mencoba menghindar dari Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J usai peristiwa tersebut.

"Putri seperti tidak memiliki rasa trauma dan takut sebagaimana yang dialami korban pelecehan pada umumnya," ujar Jaksa dalam sidang tuntutan di PN Jaksel, Rabu (18/1/2023).

Putri sempat memanggil Brigadir J usai peristiwa pelecehan terjadi. Saat itu, Putri menyebut, dirinya memaafkan Brigadir J, tetapi memintanya untuk berhenti menjadi ajudan untuk Ferdy Sambo. Keterangan itu diberikan Putri dalam persidangan pekan lalu.

Jaksa menyimpulkan, keterangan yang diberikan itu tidak masuk akal, lantaran Putri yang menjadi korban pelecehan tidak berusaha menghindar. Putri bahkan sempat melakukan isolasi mandiri bersama Brigadir J.

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Pantas?

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Pantas?

Primetime News • 9 days ago brigadir j

Jaksa Penuntut Umum menuntut Ferdy Sambo penjara seumur hidup karena merupakan aktor intelektual dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Namun, Putri Candrawathi yang disebut jaksa merencanakan pembunuhan Brigadir J sejak di Magelang hanya dimintai hukuman 8 tahun penjara.

Meski terbukti secara bersama-sama dengan Ferdy Sambo membuat perencanaan pembunuhan, tapi tuntutan untuk Putri Candrawathi hanya 8 tahun penjara.  Sedangkan, sejumlah fakta mengenai unsur pasal 340 telah diurai. Misalnya fakta ada penyimpanan senjata Brigadir J sejak di Magelang.

Putri Candrawathi juga terlibat penyusunan skenario dengan Ferdy Sambo di rumah Saguling yakni membicarakan CCTV Duren Tiga dan sarung tangan. Tuntutan Putri Candrawathi yang diminta oleh jaksa yakni 8 tahun penjara ini mengguncang keluarga Brigadir J.

Sebelumnya dalam fakta-fakta persidangan, Ferdy Sambo meminta kepada hakim untuk tidak menghukum istrinya. Selain itu, Ferdy Sambo juga membantah Putri Candrawathui terlibat perencanaan di rumah Saguling. Bantahan Ferdy Sambo didukung tidak adanya CCTV di lantai 3 rumah Saguling.

Warga Menilai Tuntutan Terhadap PC dan Eliezer Tidak Adil

Warga Menilai Tuntutan Terhadap PC dan Eliezer Tidak Adil

Top News • 9 days ago brigadir j

Kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sejak awal hingga perjalanan hukumnya, mendapatkan perhatian masyarakat. Beragam komentar masyarakat muncul menanggapi sidang tuntutan terhadap Putri Chandrawathi dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Mereka menilai, tuntutan jaksa tidak adil.
    
Ica, salah satu warga mengatakan tuntutan 12 tahun penjara terhadap Richard itu tidak adil, karena Richard hanya menjalankan perintah atasan. Ia menilai seharusnya Putri Candrawathi lah yang mendapatkan hukuman lebih berat sebab saat persidangan Putri berusaha menutupi kebenaran yang ada.

"Ya enggaklah, menurut saya itu enggak adil banget. Karena si Richard ini kan dia hanya menjalankan tugas dari atasannya. Terus kalau ibu PC itu kan selama ini kan selalu menutupi kesalahan gitu kan, menurut saya sih ya enggak adil lah. Apalagi jauh lebih besar hukumannya si Richard ketimbang ibu PC itu kan. Jadi, yang seharusnya hukumannya lebih besar itu ibu PC," ujar Ica.

Jaksa Menangis Bacakan Tuntutan Hukuman 12 Tahun Penjara untuk Richard Eliezer

Jaksa Menangis Bacakan Tuntutan Hukuman 12 Tahun Penjara untuk Richard Eliezer

Metro Hari Ini • 9 days ago brigadir j

Tuntutan hukuman 12 tahun penjara untuk Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E memicu kontroversi. Bahkan suara jaksa penuntut yang membacakan tuntutan tersebut juga terdengar bergetar menahan tangis.

Pembacaan berkas tuntutan dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023), sempat terhenti akibat pekik kekecewaan pengunjung yang mayoritas adalah pendukung Eliezer. Bahkan sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J tersebut sempat hakim kenakan skorsing

Di dalam berkas tuntuntan hukuman 12 tahun penjara, jaksa menyatakan bahwa hal yang memberatkan adalah fakta bahwa terdakwa adalah eksekutor penembak hingga tewasnya Brigadir J. Sedangkan hal yang meringankan adalah fakta bahwa Eliezer sangat kooperatif menyampaikan keterangan, menyesali tindak pidana yang dilakukan bahkan menjadi justice collaborator pengungkapan pembunuhan berencana yang diotaki Irjen Ferdy Sambo.

Ibunda Brigadir J Menangis Kecewa saat Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara

Ibunda Brigadir J Menangis Kecewa saat Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara

Metro Hari Ini • 9 days ago brigadir j

Ibunda Brigadir J menangis saat mengetahui Putri Candrawathi dituntut delapan tahun penjara. Rosti Simanjuntak mengatakan tuntutan tersebut membuat hati keluarga hancur. Rosti menilai jaksa seharusnya memberikan tuntutan yang lebih tinggi karena Putri dinilai telah mengetahui persiapan pembunuhan Brigadir J.

Rosti Simanjuntak juga mengungkapkan bahwa istri dari Ferdy Sambo berjodoh dengan Kuat Ma'ruf karena dituntut dengan tuntutan hukuman yang sama oleh jaksa yakni delapan tahun penjara.

“Memang betul-betul berjodohlah Putri dengan Kuat Maruf ini dengan tuntutan yang sama cuma delapan tahun untuk yang sudah mengetahui matang-matang persiapan perencanaan terhadap pembunuhan,” ujar Rosti Simanjuntak sambil menangis sesenggukan.

Ibunda dari Brigadir Yosua juga menyampaikan bahwa tuntutan jaksa tidak adil untuknya selaku orang tua rakyat kecil. Ia juga menyampaikan permohonan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar memberikan keadilan bagi keluarganya agar Putri Candrawathi diberikan hukuman semaksimal mungkin.

“Mohon bapak hakim, tolong kami berikan kami keadilan. Berikan keputusan semaksimal mungkin buat Putri yang mengetahui semua perencanaan pembunuhan ini,” kata Rosi.

“Harapan kami Pak hakim Yang Mulia utusan Tuhan, tolong kami diberi keadilan yang seadil-adilnya bapak,” tutup Rosti

Momen Richard Eliezer Menangis Usai Dituntut 12 Tahun Penjara

Momen Richard Eliezer Menangis Usai Dituntut 12 Tahun Penjara

Headline News • 9 days ago brigadir j

Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menangis saat Jaksa bacakan tuntutan 12 tahun penjara terhadap dirinya atas pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mendengar tuntutan tersebut, Richard Eliezer tertunduk lesu, dalam sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023). 

"Dengan memperhatikan ketentuan Undang-Undang, kami menuntut Richard Eliezer Pudihang Lumiu 12 tahun penjara," ujar Jaksa.

Berdasarkan tuntutan Jaksa, terdapat hal yang memberatkan terdakwa, salah satunya ialah, Eliezer adalah eksekutor terhadap pembunuhan tersebut. Namun, terdapat pula hal yang meringankan, di antaranya, Eliezer kooperatif saat menjalani sidang, menyesali perbuatannya, dan perbuataannya telah dimaafkan oleh keluarga korban. Atas pertimbangan tersebut, Jaksa menuntut 12 tahun penjara.

Di sisi lain, Jaksa yang membacakan tuntutan kepada Eliezer pun berusaha menahan tangis di persidangan. Dengan suara gemetar, Jaksa berusaha membacakan tuntutan yang telah disusun.

Seolah tidak terima, seisi ruang sidang mendadak riuh usai mendengar hasil tuntutan Jaksa. Melihat hal tersebut, Hakim mengambil tindakan tegas untuk memberhentikan sementara sidang tersebut.

Gaduh Dengar Tuntutan 12 Tahun Penjara, Pendukung Eliezer Diusir Hakim

Gaduh Dengar Tuntutan 12 Tahun Penjara, Pendukung Eliezer Diusir Hakim

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Richard Eliezer menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2022). Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Eliezer hukuman 12 tahun penjara.

Jaksa menyatakan Eliezer terbukti secara sah membunuh Brigadir J bersama-sama dengan Ferdy Sambo dan terdakwa lain. Eliezer didakwa melanggar pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Mendengar tuntutan Jaksa para pendukung Eliezer yang hadir di persidangan gaduh berteriak mengumpat Jaksa. 

"Kepada para pengunjung mohon untuk tenang," ucap Hakim Wahyu Iman Santoso sambil meminta Jaksa untuk melanjutkan pembacaan tuntutan.

Pendukung Eliezer tetap riuh hingga mengganggu persidangan. Kondisi tersebut membuat Hakim Wahyu menghentikan sidang untuk sementara atau sidang diskors dan meminta petugas keamanan mengusir pengunjung sidang.

"Petugas keamanan mohon kami bantuan untuk mengeluarkan para pendukung (Eliezer). Tolong dikeluarkan pada mereka tidak bisa tenang," tegas Hakim Wahyu. 

Namun tak berselang lama Hakim kembali melanjutkan sidang dan mempersilahkan Jaksa melanjutkan tuntutan.

Hendra Kurniawan Hadirkan 5 Saksi Meringankan di Sidang Perintangan Penyidikan

Hendra Kurniawan Hadirkan 5 Saksi Meringankan di Sidang Perintangan Penyidikan

Metro Malam • 10 days ago Brigadir J

Terdakwa perintangan penyidikan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Hendra Kurniawan menghadirkan lima saksi meringankan di PN Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).  
 
Lima saksi masing-masing bertugas sebagai staf, ajudan, sopir dan pekerja harian lepas dari Hendra Kurniawan. Pengacara Hendra Kurniawan menyebut di antara kelima orang tersebut, terdapat dua orang saksi yang namanya masuk dalam berkas perkara, yakni saksi I Putu Egi dan Mika Meisalim.
 
Sebelumnya, Hendra Kurniawan didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama dengan Irfan Widyanto, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Agus Nurpatria serta Ferdy Sambo.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Perjalanan Sidang Ferdy Sambo: Skenario Palsu Hingga Dituntut Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Sidang Ferdy Sambo: Skenario Palsu Hingga Dituntut Penjara Seumur Hidup

Top News • 10 days ago brigadir j

Perjalanan kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang membuat Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. 

Skenario Ferdy Sambo yang memberi keterangan ke polisi bahwa terjadi tembak menembak di rumah dinasnya mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia. Ferdy Sambo juga melibatkan anak buahnya untuk melancarkan skenarionya.

Ferdy Sambo meminta maaf kepada orang tua Brigadir J di persidangan. Namun dia menegaskan bahwa perbuatannya terjadi akibat pelecehan seksual yang dilakukan Yosua kepada istrinya, Putri Candrawathi.

Setelah menjalankan deretan sidang, Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum. 

Keluarga Minta Jaksa Buktikan Tudingan Perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Brigadir J

Keluarga Minta Jaksa Buktikan Tudingan Perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Brigadir J

Top News • 10 days ago brigadir j

Tante Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Roslin Simanjuntak merasa kecewa dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada Ferdy sambo yakni penjara seumur hidup. Menurut Roslin, seharusnya hukuman untuk Ferdy Sambo adalah hukuman mati.

"Karena perbuatan dia (Sambo) sangat keji dan merancang semua rencana dengan baik bagaimana untuk menghabisi anak kami almarhum (Brigadir J). Dan begitu banyak yang terlibat akibat kelakuan dia (Sambo) dalam membunuh anak kami (Brigadir J) dan mencoreng nama institusinya (Polri). Jadi seharusnya dihukum dengan hukuman mati," kata Roslin Simanjuntak saat wawancara dalam program Top News Metro TV, Selasa (17/1/2023),

Roslin juga menyayangkan soal JPU meyakinkan bahwa Brigadir J selingkuh dengan Putri Candrawathi. Menurutnya, hal ini harus dibuktikan dengan bukti yang kuat dan berdasar.

"Itu yang kami sayangkan, kenapa JPU meyakinkan bahwasannya almarhum (Brigadir J) itu selingkuh dengan Putri. Seharusnya JPU tidak menyatakan itu sebelum ada bukti-bukti yang akurat," ujar Roslin Simanjuntak

Menurut Roslin, JPU seharusnya berani menyatakan tuntutan hukuman mati kepada Ferdy Sambo. Hal ini karena Ferdy Sambo telah membuat dan menyusun skenario untuk membunuh Brigadir J sehingga hukuman mati layak untuk vonis Ferdy Sambo.

Diketahui, Terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (17/1/2023).

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Sambo akan Lawan dengan Berkas Kopi Sianida

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Sambo akan Lawan dengan Berkas Kopi Sianida

Primetime News • 10 days ago Brigadir J

Ferdy sambo sama sekali tidak menatap jaksa ketika menjelaskan rangkaian fakta yang menyebutkan dirinya layak dituntut hukuman penjara seumur hidup. Sambo hanya menatap tajam ke arah hakim dan mengerutkan dahi, ketika Jaksa mengatakan Sambo terbukti melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340. 
 
Perlawanan Sambo tidak redup usai dirinya dituntut hukuman penjara seumur hidup. Pihaknya akan melawan tuntutan Jaksa dengan membawa sejumlah bukti yang akan diajukan dalam pledoinya pekan depan. 

"Soal motif, akan kami ungkap utuh pada sidang pembelaan," ujar Pengacara Ferdy Sambo, Rasamala Aritonga, di PN Jaksel, Selasa (17/1/2023).

Dalam sidang sebelumnya, Sambo pernah menyampaikan ke hakim berkas putusan kopi sianida. Berkas tersebut digunakan untuk melawan jaksa yang tidak mengulas motif dalam tindakan pembunuhan berencana.

Dalam kasus kali ini, jaksa lebih menekankan pada inti perbuatan. Sambo terbukti menyusun serangkaian rencana di Saguling, dan mengaburkan kematian Brigadir J dengan menyusun skenario adu tembak. 

Jaksa: Sambo Rencanakan Pembunuhan Brigadir J dengan Matang

Jaksa: Sambo Rencanakan Pembunuhan Brigadir J dengan Matang

Primetime News • 10 days ago Brigadir J

Jaksa menyimpulkan Ferdy Sambo memiliki perencanaan matang sebelum menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kesimpulan tersebut diperkuat lantaran terdakwa sempat memikirkan pemusnahan rekaman CCTV di TKP pembunuhan.

"Berdasarkan fakta hukum, rencana pembunuhan dipikirkan secara matang," ujar Jaksa, Andri Saputra, Selasa (17/1/2023).

Jaksa menyebut, dengan pemilihan waktu, lokasi dan alat yang digunakan untuk menembak, itu cukup untuk membuktikan bahwa pembunuhan tersebut direncanakan. Menurut Jaksa, pembunuhan tersebut direncanakan, sebab Ferdy Sambo memiliki waktu yang cukup untuk berpikir. 

"Ada cukup waktu baginya (Ferdy Sambo) untuk berpikir, melanjutkan (pembunuhan) atau tidak," lanjutnya.

Lagi-Lagi Syarifah Ima, Fans Ferdy Sambo Berulah di Ruang Sidang

Lagi-Lagi Syarifah Ima, Fans Ferdy Sambo Berulah di Ruang Sidang

Primetime News • 10 days ago Brigadir J

Pendukung Ferdy Sambo, Syarifah Ima kembali menerobos di antara kerumunan pengunjung sidang dan berusaha mendekati Sambo namun berhasil dicegah petugas, Selasa (17/1/2023). Ima diduga ingin bersalaman dengan Ferdy Sambo.

Petugas Brimob yang melihat kejadian tersebut, terpaksa menarik wanita tersebut demi lancarnya sidang tuntutan Ferdy Sambo. Sebelum ditarik ke luar ruang sidang, wanita tersebut sempat meneriakkan dukungannya kepada terdakwa.

Aksi menerobos masuk itu, bukan pertama kalinya dilakukan Ima. Dirinya juga sempat memaksa masuk bahkan hingga membuntuti Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan, November 2022 lalu.

Saat itu, penampilannya sangat fanatik dengan mengenakan kaus berwajah Ferdy Sambo. Dirinya membuntuti eks Kadiv Propam tersebut dengan wajah sumringah.

Pengacara Sambo Bantah Tuduhan Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Brigadir J

Pengacara Sambo Bantah Tuduhan Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Brigadir J

Metro Hari Ini • 10 days ago brigadir j

Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang membantah pernyataan jaksa yang menyebut ada perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Dirinya bahkan heran, lantaran tuduhan tersebut tidak sesuai bukti di persidangan.

"Fakta dan bukti di persidangan, tidak ada yang bicara perselingkuhan," ujar Rasamala Aritonang, Selasa (17/1/2023).

Aritonang juga mengatakan, pernyataan jaksa soal perselingkuhan tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keakuratan tuntutan tersebut. Dirinya menyebut akan mengajukan pembelaan saat pledoi, pekan depan.

Sebelumnya, Jaksa meyakini bahwa tidak ada peristiwa pelecehan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir J. Jaksa justru menyebut keduanya telah berselingkuh. Jaksa juga mengatakan sulit untuk diyakini adanya pelecehan lantaran kondisi rumah sedang ramai, dan posisi rumah dinas Ferdy Sambo berada di wilayah padat penduduk.

Jaksa Yakin Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J

Jaksa Yakin Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J

Metro Hari Ini • 10 days ago brigadir j

Jaksa yakin Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J. Hal tersebut diyakini lantaran ada tujuh bukti tembak di tubuh Brigadir J.

Diketahui, Richard Eliezer menembak Brigarir J sebanyak tiga hingga empat kali. Namun, terdapat tujuh luka tembak masuk dan enam luka tembak keluar di tubuh Brigadir J. Jaksa Yakin, sisa bukti tembak yang ada di tubuh korban adalah ulah Ferdy Sambo  

Berdasarkan keterangan Richard Eliezer dalam persidangan, beberapa waktu lalu, dirinya mengakui menembak Brigadir J tiga hingga empat kali. Menurut Eliezer, saat itu Brigadir J masih mengerang kesakitan. Kemudian, Richard Eliezer menambahkan bahwa Ferdy Sambo ikut menembak, sekaligus memastikan bahwa Brigadir J tewas.

Setelah Brigadir J dinyatakan tewas, Ferdy Sambo berjongkok lalu menembakkan pistol milik Brigadir J ke arah dinding. Hal tersebut dilakukan untuk mengaburkan sekaligus membuat, seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak. 

Jaksa: Ferdy Sambo Ambil Senjata Brigadir J untuk Permudah Eksekusi

Jaksa: Ferdy Sambo Ambil Senjata Brigadir J untuk Permudah Eksekusi

Metro Hari Ini • 10 days ago brigadir j

Jaksa singgung Ferdy Sambo soal senjata Brigadir J yang disembunyikan di dalam kendaraan. Jaksa menilai, senjata tersebut sengaja disembunyikan untuk memuluskan aksi penembakan terhadap Brigadir J.

"Tujuannya agar Brigadir J lebih mudah untuk dieksekusi," ujar Jaksa, Paris Manalu, Selasa (17/1/2023).

Jaksa membeberkan seluruh skenario yang disusun oleh Ferdy Sambo untuk menutupi aksi pembunuhan terhadap Brigadir J. Jaksa menyakini seluruh skenario yang dibuat ialah palsu, dari pelecehan hingga penembakan.

Jaksa menyimpulkan, Ricky Rizal tidak benar-benar berinisiatif untuk mengamankan senjata demi keamanan antara Brigadir J dengan Kuat Maruf. Namun, senjata tersebut dengan sengaja disembunyikan di dalam mobil Lexus LM milik Ferdy Sambo. Pada akhirnya, senjata tersebut yang digunakan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Dalam sidang sebelumnya, saat ditanya oleh hakim soal senjata Brigadir J, Ricky Rizal membenarkan, dirinya mengambil senjata Brigadir J. Namun, tujuannya adalah untuk menghindari pertengkaran antara Kuat Maruf dengan Brigadir J yang sedang saling kejar.

Pakar: Hanya Ferdy Sambo yang Dapat Dijerat Hukuman Mati

Pakar: Hanya Ferdy Sambo yang Dapat Dijerat Hukuman Mati

Primetime News • 12 days ago brigadir j

Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho menilai bahwa dalam perkara pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo yang menjadi aktor intektual dan mempunyai pemikiran untuk perencanaan. Dalam hal ini, maksimal hukuman mati hanya bisa dijerat untuk Sambo.

"Hukuman maksimal hanya untuk Ferdy Sambo," kata Pakar Hukum Pidana, Hibnu Nugroho, Minggu (15/1/2023).

Jika melihat peran serta yang didakwakan terhadap Ricky dan Kuat, maka tidak bisa dijerat hukuman maksimal, karena Ricky dan Kuat hanya sebatas bawahan atas relasi kuasa Sambo.

Hibnu Nugroho juga menilai bahwa masing-masing peran serta dalam suatu kejahatan ini, mempunyai maksud tersendiri, karena mungkin tidak enak dan karena adanya relasi kuasa oleh pimpinan.

Sebelumnya, Ferdy Sambo, Putri Candrwathi, Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan kepada Brigadir J. Para terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tangisan Sambo-Putri di Mata Keluarga Brigadir J

Tangisan Sambo-Putri di Mata Keluarga Brigadir J

Primetime News • 12 days ago brigadir j

Pengacara keluarga Brigadir J angkat bicara soal tangisan dan penyesalan yang ditunjukkan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati di persidangan. Pengacara menilai bahwa jika terbukti pelecehan seksual di Magelang hanya karangan belaka, maka jaksa dapat memberikan tuntutan yang berat kepada para terdakwa.

Pengacara keluarga Brigadir J, Johanes Raharjo menegaskan pihak keluarga meyakini bahwa jaksa akan mampu membuktikan perencanaan pembunuhan mendiang Brigadir J sedari awal. Pihak keluarga meyakini bahwa pembunuhan Brigadir J bukan pembunuhan spontan yang dilatar belakangi emosi dan pelecehan seksual.

Ada rencana yang sudah disusun dengan matang oleh terdakwa Sambo. Karena itu, pihak keluarga Brigadir J berharap jaksa mampu memberikan tuntutan maksimal. Apalagi jika terbukti bahwa pelecehan seksual terhadap Putri di Magelang hanya ilusi belaka.

Sebelumnya, penyesalan dan tangisan pilu mewarnai sidang pemeriksaan terdakwa Sambo dan Putri pekan lalu. Di hadapan hakim, Ferdy Sambo menyesal atas tewasnya Brigadir J dan menegaskan bahwa hal itu terjadi akibat emosi atas peristiwa pemerkosaan Putri Candrawati di rumah Magelang.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawati diagendakan menjalani sidang tuntutan atas perkara pembunuhan berencana Brigadir J pada pekan depan. Keduanya dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Ayah Brigadir J Minta Ferdy Sambo Cs Dihukum Setimpal

Ayah Brigadir J Minta Ferdy Sambo Cs Dihukum Setimpal

Metro Hari Ini • 12 days ago brigadir j

Ayah almarhum Brigadir J berharap agar Ferdy Sambo Cs yang terlibat dalam kasus pembunuhan anaknya dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya. Termasuk Richard Eliezer yang juga merupakan justice collaburator dalam perkara ini.

"Eliezer memang sudah diajukan oleh LPSK sebagai justice collaburator. Dalam hal ini bukan menjadi harus bebas dari hukuman. Semua kita serahkan kepada Hakim," ujar Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Sebelumnya, Ferdy Sambo, Putri Candrwathi, Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan kepada Brigadir J. Para terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sidang Perintangan Penyidikan: Arif Rachman Diperiksa sebagai Terdakwa (3)

Sidang Perintangan Penyidikan: Arif Rachman Diperiksa sebagai Terdakwa (3)

Breaking News • 15 days ago brigadir j

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar pemeriksaan terdakwa kasus obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J. Keempat terdakwa yang merupakan anak buah Ferdy Sambo di antaranya Arif Rachman Arifin, Hendra Kurniawan Agus Nurpatria dan Irfan Widyanto, Jumat (13/1/2023).

Arif Rachman Arifin dan Irfan Widyanto akan menjalani sidang di waktu yang bersamaan, tetapi berbeda ruang sidang. Arif Rachman Arifin diperiksa di ruang sidang utama sebagai terdakwa. Sedangkan, Irfan Widyanto menjalani sidang di ruang tiga dengan agenda mendengarkan keterangan tiga saksi ahli, yakni ahli ITE, ahli pidana, dan ahli psikologi.

Sementara itu, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria akan menjalani sidang sebagai terdakwa di ruang sidang utama, setelah Arif Rachman Arifin selesai diperiksa. Diperkirakan, sidang keduanya dimulai pukul 13.00 WIB.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sidang Perintangan Penyidikan: Arif Rachman Diperiksa sebagai Terdakwa (2)

Sidang Perintangan Penyidikan: Arif Rachman Diperiksa sebagai Terdakwa (2)

Breaking News • 15 days ago brigadir j

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar pemeriksaan terdakwa kasus obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J. Keempat terdakwa yang merupakan anak buah Ferdy Sambo di antaranya Arif Rachman Arifin, Hendra Kurniawan Agus Nurpatria dan Irfan Widyanto, Jumat (13/1/2023).

Arif Rachman Arifin dan Irfan Widyanto akan menjalani sidang di waktu yang bersamaan, tetapi berbeda ruang sidang. Arif Rachman Arifin diperiksa di ruang sidang utama sebagai terdakwa. Sedangkan, Irfan Widyanto menjalani sidang di ruang tiga dengan agenda mendengarkan keterangan tiga saksi ahli, yakni ahli ITE, ahli pidana, dan ahli psikologi.

Sementara itu, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria akan menjalani sidang sebagai terdakwa di ruang sidang utama, setelah Arif Rachman Arifin selesai diperiksa. Diperkirakan, sidang keduanya dimulai pukul 13.00 WIB.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

4 Terdakwa Obstruction of Justice Tewasnya Brigadir J Jalani Sidang Hari Ini

4 Terdakwa Obstruction of Justice Tewasnya Brigadir J Jalani Sidang Hari Ini

Headline News • 15 days ago brigadir j

Sidang obstruction of justice pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali digelar di PN Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan empat orang terdakwa.

Arif Rachman Arifin dan Irfan Widyanto akan menjalani sidang di waktu yang bersamaan, tetapi berbeda ruang sidang. Arif Rachman Arifin diperiksa di ruang sidang utama sebagai terdakwa. Sedangkan, Irfan Widyanto menjalani sidang di ruang tiga dengan agenda mendengarkan keterangan tiga saksi ahli, yakni ahli ITE, ahli pidana, dan ahli psikologi.

Sementara itu, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria akan menjalani sidang sebagai terdakwa di ruang sidang utama, setelah Arif Rachman Arifin selesai diperiksa. Diperkirakan, sidang keduanya dimulai pukul 13.00 WIB.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (2)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (2)

Breaking News • 15 days ago brigadir J

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (4)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (4)

Breaking News • 15 days ago brigadir J

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (3)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (3)

Breaking News • 15 days ago brigadir J

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (7)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (7)

Breaking News • 16 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

Tangisan Putri Candrawathi Pecah saat Ditanya Peristiwa di Magelang

Tangisan Putri Candrawathi Pecah saat Ditanya Peristiwa di Magelang

Breaking News • 16 days ago brigadir J

Hakim mencecar Putri Candrawathi seputar peristiwa pelecehan di Magelang. Istri eks Kadiv Propam itu menangis di persidangan saat mengingat kembali peristiwa tersebut, Rabu (11/1/2023).

Hakim Wahyu Iman Santono menanyakan sejumlah pertayaan soal peristiwa pelecehan  yang dialaminya di Magelang. Putri Candrawathi menjawab sambil berusaha mengingat kembali kronologi peristiwa tersebut. Namun, dirinya tiba-tiba menangis saat menyebut nama Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Bigadir J.

Dalam persidangan, Putri menceritakan bagaimana kronologi yang disebut sebagai pelecehan tersebut terjadi. Hingga akhirnya dirinya tak sadarkan diri, dan ditolong oleh Susi, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal.

Setelah itu, Putri Candrawathi juga menceritakan, dirinya sempat meminta Brigadir J untuk mengundurkan diri sebagai ajudan Ferdy Sambo, dan kembali sebagai anggota Bareskrim. Namun, Brigadir J hanya meminta maaf dan mohon ampun.

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (4)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (4)

Breaking News • 17 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.